Tabula Rasa

a film by Adriyanto Dewo

Jumat, 13 Desember 2013 00:00

Penasihat Kuliner: Chef Adzan & Reno Andam Suri

Adzan Tri Budiman atau yang lebih dikenal dengan Chef Adzan, menghabiskan waktunya bekerja di Hotel Hyatt, sebelum akhirnya memulai karirnya sebagai konsultan cafe dan restoran dan membuka restoran pribadinya.

Reno Andam Suri merupakan pengusaha yang mengkhususkan usahanya dalam pembuatan rendang dengan brand Rendang Uni Farah yang berasal dari nama anak pertamanya. Yang banyak orang belum tahu adalah kedua orang yang bergerak di industi kuliner ini merupakan saudara kandung.

Adzan dan Reno dibesarkan dalam keluarga yang besar—tiga keluarga di bawah satu atap. Dapur menjadi tempat di mana setiap anggota keluarga dapat melatih dan mengembangkan keahlian masak masing-masing; seiring dengan berjalannya waktu, terkumpul banyak macam keahlian dan juga resep keluarga. Mereka sangat senang menerima tamu, apakah itu teman atau anggota keluarga lainnya, untuk akhirnya mereka sajikan dengan berbagai macam makanan.

Kuliner tradisional Indonesia sudah bukan sesuatu yang asing lagi bagi Chef Adzan. Ia merupakan bagian dari Maharasa Indonesia, sebuah komunitas yang terdiri dari berbagai pekerja profesional dalam bidang kuliner yang menyajikan keunikan dan kelezatan masakan yang didasari oleh budaya kuliner lokal dari seluruh pulau di Indonesia. Petualangan Adzan memasuki dunia kuliner dimulai secara alami; sejak kecil ia terbiasa memasak bersama Ayahnya dan banyak yang ia kerjakan, seperti berbelanja bahan makanan, menyiapkannya untuk dimasak, memasaknya, dan tentunya mencicipi hasil masakan mereka tersebut.

Selama bekerja di kapal pesiar Norwegia ‘The Royal Viking Queen’, Adzan memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai macam negara. Pengalaman ini memberikannya wawasan berharga dalam dunia kuliner dan juga mengajarkan bagaimana membuat masakan di berbagai macam situasi. Kemampuannya semakin bertambah dan membantunya saat ia menjadi relawan dalam bencana gempa bumi di Padang dan Yogyakarta di mana ia menyajikan 10.000 porsi makanan per hari.

Reno, adik termuda Adzan, memilih jalur lain. Ia mengambil jurusan desain grafis semasa kuliah dan menjadi Ibu sekaligus desainer lepas untuk beberapa tahun, hingga tiba-tiba ia memulai bisnisnya sendiri. Dimulai secara tidak sengaja dari kebiasaannya memberikan rendang buatannya kepada teman-temannya, kini produk Rendang Uni Farah terdiri dari berbagai macam jenis rendang dan sudah menemukan banyak penggemar dan penikmat rendang yang ingin merasakan ciri khas rendang homemade ini.

Selain hasratnya yang menggebu-gebu terhadap kuliner Indonesia, Reno juga tertarik dengan menulis. Selama dua tahun dia menghabiskan waktunya untuk mencari konsep pembuatan buku mengenai rendang, sebuah ciri khas kuliner Minang. Kemudian dia menghabiskan 1,5 tahun untuk riset dan menuliskannya untuk buku yang diberi judul Rendang Traveller. Tidak seperti buku-buku kuliner kebanyakan, Rendang Traveller bukan hanya memberikan resep, tetapi lebih cenderung mendeskripsikan segala jenis rendang, mulai dari yang bisa kita makan sampai rendang yang belum pernah kita dengar ataupun bayangkan dan disertai pula gambar-gambar dari jenis rendang tersebut.

Ketika menjalani riset untuk materi bukunya, Reno bertemu dengan banyak orang dan juga dapur yang menarik dan pengalamannya ini membuatnya senang bergabung dengan Tabula Rasa. Kesempatan ini membuatnya bertemu dengan berbagai macam orang dan berbagi pengetahuannya dengan mereka. Tidak hanya berbagi, tetapi dia juga belajar sesuatu dari pekerja film, bagaimana mevisualisasikan ide ke dalam sebuah gambar secara menyeluruh. Sementara bagi Adzan, kesempatan ini mempertemukannya dengan orang-orang dinamis yang memiliki profesi berbeda yang mungkin memiliki perbedaan pandangan dan perspektif mengenai makanan. Dia belajar bahwa ada bagian lain yang perlu diperhatikan untuk menyajikan rasa dalam film, seperti sudut kamera, warna dan juga hal-hal teknis lainnya. Pada akhirnya tentu menjadi kesenangan bagi mereka untuk berbagi pengetahuan mengenai keahlian kulinernya dalam film yang mengangkat tema yang mungkin atau bahkan belum pernah diangkat sebelumnya di Indonesia.

Read 3449 times
comments powered by Disqus